SOZO pada tanaman kol / kubis
Lokasi desa cinta Negara, kec bayongbong kab Garut
Petani Bp Aang
Aplikasi SOZOFM-1 setiap 14 hari sekali
Awal perkenalan Bp Aang dengan SOZO ,pada saat pelihara sapi pedaging, dimana sebelum menggunakan SOZOFM-4 bp Aang hanya memelihara 60 ekor sapi, kebetulan kandang ada ditengah pemukiman penduduk di daerah Kopo Bandung, sehingga bau kandang banyak mengganggu kenyamanan lingkungan.
Pada bulan September 2007 Bp Aang mulai mencoba aplikasi SOZOFM-4 untuk sapi local, hasilnya luar biasa rata-rata ADG 1,7 kg / hari dan kandang tidak berbau walau populasi sapinya sampai 170 ekor, pada saat dijual untuk hari raya Iedul Qurban harga sapinya dibeli lebih mahal 5 – 10 % dari harga pasaran, dikarenakan kualitas tampilan sapi lebih baik, sehat dan daging lebih enak citarasanya, maka keuntungan usaha ini terasa sekali dibandingkan sebelum menggunakan SOZO.
Keluarga Bp Aang adalah keluarga petani sayur mayur, sehingga setelah mengenal SOZOFM-4, maka diujicoba juga SOZOFM-1 untuk tanaman Kol / kubis yang kebetulan sedang bermasalah, dimana umur tanaman sudah 20 hari tetapi pertumbuhan tanaman Sangat lambat, sampai-sampai petani yang menanam kubis pada waktu bersamaan menyarankan agar tanaman kol di cabut saja…karena sudah jauh tertinggal dan terlihat tanaman kurang sehat.
Setelah diaplikasikan SOZOFM-1, lalu tanaman datang hujan, tanaman terlihat sehat dan aplikasi dilanjutkan setiap 2 minggu sekali, hasilnya saat Bp David Andi dari Klinik Agropolitan Gorontalo melihat kebun kol seluas 6 hektar tersebut tanaman terlihat Sangat berbeda dengan tanaman kubis yang tidak memakai SOZOFM-1, dimana daun terlihat tebal, tetapi tidak getas dan tetap flexible, berwarna hijau kebiruan, diameter daun rata-rata 60 – 80 cm dan pada umur 80 hari terlihat sudah terbentuk krop Yang cukup besar dan padat, biasanya diumur 90 hari baru kropnya keras pak, begitu menurut pa Aang bercerita. Rata-rata 2 kg / pohon bila melihat pertumbuhan sebagus ini, dengan luas 6 hektar yang ditanam dan biaya perpohon Rp 700,- dan diasumsikan 2 kg / pohon maka biaya produksi hanya Rp 350 / kg, harga pasaran hari ini ( 13 Januari 2008 ) Rp 2.600 / kg, maka keuntungan yang didapat petani sungguh besar.
Untuk mendapatkan hasil seperti ini memang tidaklah mudah, SOZOFM-1 membantu sel tanaman mampu bekerja optimal menyerap unsur hara di tanah lalu mengoptimalkan proses metabolisme tanaman pada saat photosintesa, sehingga tanaman dapat bertumbuh optimal, maka pemakaian pupuk berimbang Sangat penting tetap dilakukan, seperti saya menggunakan pupuk kandang antara 10 – 20 ton / hektar, pupuk an-organik juga saya tidak kurangi, penanggulangan hama penyakit juga secara preventif, jadi jelasnya biaya untuk pembelian SOZOFM-1 adalah biaya tambahan yang harus saya keluarkan, tetapi dengan hasil seperti ini…saya untung besar, seperti slogan SOZO kecil botolnya, Hemat pakainya…besar untungnya, he he he
Memang terbukti inovasi Bp Fadel Muhammad yang telah turut mendorong inovasi penemuan SOZO, produk yang terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani ,dimana dengan teknologi BIOTETES ini budidaya tanaman menjadi mudah, murah dan kualitasnya meningkat, terbukti daun kol walau belum cukup umur ( 80 Hari ) daun terasa manis, garing dan bau ketir tidak terasa, pasti pedagang sampai konsumen akan menyukainya.
Begitu pula tanaman kentang yang ditanam dilahan sebelahnya, dari pertumbuhan tanaman, warna daun lebih hijau kebiruan, daun tebal, dan karena perawatan baik, hampir tidak ada serangan hama penyakit yang terlihat di tanaman kentang tersebut.
Untuk membuktikan bahwa tanaman kentang pertumbuhannya bagus, maka ada beberapa tanaman yang di gali, untuk melihat umbi kentang apa sudah bertumbuh bagus? Saat di gali terlihat umbi kentang besar-besar dan terlihat cukup banyak, ukuran umbi merata, padahal bibit yang ditaman sudah G5 atau turunan ke 5, diumur 74 hari sudah seperti ini sama seperti saat saya tanam G2.
Wah kalau melihat ini dari pengalaman saya , rasanya 30 ton / hektar bisa kami dapat pak, ini luar biasa…..tolong sampaikan terima kasih saya kepada Gubernur Gorontalo atas inovasinya untuk memajukan pertanian Indonesia…amien.


